Kini hari-hari itu kembali sendiri, setalah kesabaran dan
ketulusan yang selama ini dipersambahkan namun dibalas oleh goresan luka. Semua
seakaan hanya sebagai mimpi yang menemani tidur, namun ketika terbangun
semuanya memang nyata dan bukan hanya mimpi menemani tidur. Pertahanan 1 tahun
7bulan 19 hari ini ternyata berakhir dengan tangisan. Memang semua sudah diduga
seperti ini, namun kenapa ketika tulus setia percaya itu di nodai seperti ini ?
apa dia tak mempunyai arti sehingga dengan mudah ia mampu melakukannya.
Banyak hal yang telah terukir di angka 14 itu, banyak
harapan dan keinginan di angka 14 itu. Namun dengan seenaknya ia menghapus
keistimewaan angka 14 itu.
Penyesalan ? seakan semua orang menerka bahwa itu yang terasa, namun itu bukan jawabannya. Tak ada guna menyesal dengan segala hal yang telah dilalui dan dilewati, setidaknya semua ini seperti ilmu untuk kedepannya nanti. Karna setidaknya roda kehidupan dan perjalanan itu pasti akan bergantian.
Penyesalan ? seakan semua orang menerka bahwa itu yang terasa, namun itu bukan jawabannya. Tak ada guna menyesal dengan segala hal yang telah dilalui dan dilewati, setidaknya semua ini seperti ilmu untuk kedepannya nanti. Karna setidaknya roda kehidupan dan perjalanan itu pasti akan bergantian.
Meski telah dihianati, setidaknya suatu saat penghianatan
itu akan terbalaskan oleh sosok yang benar-benar nyata hadir. Bukan sosok yang
hadi dan pergi sesuai keinginannya. Hati itu tak bias dipermainkan sesuka nya
saja, hati itu sebuah perasaan yang harus dihargai. Setidaknya pada saatnya
nanti ada sebuah balasan kecil yang akan menghadang, untuk pemain hati.
Dendam ? hal itu tak wajar untuk dilakukan, bagaimana pun juga keadaannya dia
pernah menjadi yang teristimewa dan yang pertama diantara miliaran laki-laki
yang hadir di tengah-tengah kita.
Perjalanan kehidupan memang seperti ini, rumit tak bisa ditebak, bahkan sesuka hatinya
berperan. Yaa seperti sebuah jalan untuk menju kesuatu tempat, perjalanan awal
emang mulus dan indah, namun ketika hampir mencapainya begitu banyak tikungan
bahkan jalan-jalan yang rusak. Dan begitulah hidup, tapi memang semuanya itu butuh sebuah pengorbanan untuk
mencapai pada hasil yang baik. Semuanya butuh kekuatan yang besar untuk
menghadapinya.
Setidaknya, ketika pengorbanan itu disia-siakan, ada sebuah
usaha yang pernah dilakukan. Mungkin bukan bersama dia akan memetik hasilnya, namun
suatu saat nanti suatu ketika nanti ada orang yang benar-benar untuk kita, dan
disanalah kita akan memetiknya. Kita tak tau bagaimana takdir kita. Karna semua
itu sudah disusun rapi sama yang diatas, setidaknya kita percaya jodoh itu atas
kehendak sang pencipta dan tak sedikit pun kita bisa memaksakannya. Seperti
halnya sebuah pernikahan yang ada cerai dan rujuknya.
Semua orang pasti berharap, ketika menemukan seseorang yang
sesuai dengan keinginannya untuk menjadi pasangannya, namun jika bukan garisan
kita pasti akan berpisah juga . Karna saat kita masih berada dalam kandungan
ibu, takdir kita telah ada . namun setidaknya berusaha itu diperlukan untuk
mencapai sebuah keindahan, dan sesungguhnya setelah kesedihan itu akan ada
sebuah kebahagiaan yang selama ini telah tersembunyi.
Setelah badai datang, pasti akan ada hari yang lebih baik. Dan
setelah kesetiaan dikecewakan, pasti akan ada kesetian yang tulus untuk
mengobatinya. Karna apapun yang telah kita tanam, maka itu yang akan kita
petik. Saat kita menanamkan sebuah ketulusan dan kesetiaan yang dihancurkan, pada
saatnya kita akan memetik kesetian dan ketulusan yang utuh J .
Cie penulis :D
BalasHapushaha semangat mbak \=D/
BalasHapusMna ada penulis mbak :D tak bisa :(
BalasHapus