Minggu, 04 Januari 2015

setelah badai, akan ada hari yang indah

Kini hari-hari itu kembali sendiri, setalah kesabaran dan ketulusan yang selama ini dipersambahkan namun dibalas oleh goresan luka. Semua seakaan hanya sebagai mimpi yang menemani tidur, namun ketika terbangun semuanya memang nyata dan bukan hanya mimpi menemani tidur. Pertahanan 1 tahun 7bulan 19 hari ini ternyata berakhir dengan tangisan. Memang semua sudah diduga seperti ini, namun kenapa ketika tulus setia percaya itu di nodai seperti ini ? apa dia tak mempunyai arti sehingga dengan mudah ia mampu melakukannya.

Banyak hal yang telah terukir di angka 14 itu, banyak harapan dan keinginan di angka 14 itu. Namun dengan seenaknya ia menghapus keistimewaan angka 14 itu.
Penyesalan ? seakan semua orang menerka bahwa itu yang terasa, namun itu bukan jawabannya. Tak ada guna menyesal dengan segala hal yang telah dilalui dan dilewati, setidaknya semua ini seperti ilmu untuk kedepannya nanti. Karna setidaknya roda kehidupan dan perjalanan itu pasti akan bergantian.

Meski telah dihianati, setidaknya suatu saat penghianatan itu akan terbalaskan oleh sosok yang benar-benar nyata hadir. Bukan sosok yang hadi dan pergi sesuai keinginannya. Hati itu tak bias dipermainkan sesuka nya saja, hati itu sebuah perasaan yang harus dihargai. Setidaknya pada saatnya nanti ada sebuah balasan kecil yang akan menghadang, untuk pemain hati. 
Dendam ? hal itu tak wajar untuk dilakukan, bagaimana pun juga keadaannya dia pernah menjadi yang teristimewa dan yang pertama diantara miliaran laki-laki yang hadir di tengah-tengah kita.

Perjalanan kehidupan memang seperti ini, rumit  tak bisa ditebak, bahkan sesuka hatinya berperan. Yaa seperti sebuah jalan untuk menju kesuatu tempat, perjalanan awal emang mulus dan indah, namun ketika hampir mencapainya begitu banyak tikungan bahkan jalan-jalan yang rusak. Dan begitulah hidup, tapi memang  semuanya itu butuh sebuah pengorbanan untuk mencapai pada hasil yang baik. Semuanya butuh kekuatan yang besar untuk menghadapinya.

Setidaknya, ketika pengorbanan itu disia-siakan, ada sebuah usaha yang pernah dilakukan. Mungkin bukan bersama dia akan memetik hasilnya, namun suatu saat nanti suatu ketika nanti ada orang yang benar-benar untuk kita, dan disanalah kita akan memetiknya. Kita tak tau bagaimana takdir kita. Karna semua itu sudah disusun rapi sama yang diatas, setidaknya kita percaya jodoh itu atas kehendak sang pencipta dan tak sedikit pun kita bisa memaksakannya. Seperti halnya sebuah pernikahan yang ada cerai dan rujuknya.

Semua orang pasti berharap, ketika menemukan seseorang yang sesuai dengan keinginannya untuk menjadi pasangannya, namun jika bukan garisan kita pasti akan berpisah juga . Karna saat kita masih berada dalam kandungan ibu, takdir kita telah ada . namun setidaknya berusaha itu diperlukan untuk mencapai sebuah keindahan, dan sesungguhnya setelah kesedihan itu akan ada sebuah kebahagiaan yang selama ini telah tersembunyi.

Setelah badai datang, pasti akan ada hari yang lebih baik. Dan setelah kesetiaan dikecewakan, pasti akan ada kesetian yang tulus untuk mengobatinya. Karna apapun yang telah kita tanam, maka itu yang akan kita petik. Saat kita menanamkan sebuah ketulusan dan kesetiaan yang dihancurkan, pada saatnya kita akan memetik kesetian dan ketulusan yang utuh J .

3 komentar: