Semua orang
tentunya pernah merasakan sebuah rasa yang bercampur, antara kesal, sedih ,
kecawa bahkan bahagia. Namun rasa itu sering kali membuat orang bingung akan
rasa yang berubah-ubah itu. Yaa rasa itu adalah cinta, sebuah perasaan yang
kadang orang memakai hatinya atau bahkan orang itu hanya menggunakan rasa ingin
mencoba. Menyakitkan memang, ketika mencinta menggunakan hati namun pada
nyatanya kekasih hanya ingin mencoba. Namun ketika dihadapkan dengan sikon
begitu,tentunya semua orang tak ingin, dan siapa yang tau diawal semua akan menjadi seperti itu
Ketika hati
dipermainkan, seseorang pasti ingin menyerah akan keadaan yang ada. Namun,
disaat menyerah apakah tidak pernah berfikir berapa lama berusaha memulihkan
keadaan, berapa lama bersabar dengan segala sifatnya, berapa lama harus bisa
menempatkan posisi untuk saling rukun. Menyerah itu bukan solusi yang baik
ketika hati dipermainkan, sabar dan tetap bertahan mungkin yang lebih baik. Karna
setidaknya, meski dikhianati kita pernah belajar bagaimana cara bertahan dengan
ikhlas meski hasil jauh dibawah keinginan sebenarnya.
Ketika sakit telah
ditanamkan, bertahan itu memang keputusan yang menurut orang lain sangat tak
masuk akal. Namun apakah mau, pengorbanan yang selama ini kita lakukan hanya
akan berakhir seperti itu. Setelah segela macam cara yang kita lakukan, bahkan
mengorbankan hati kita untuk bertahan itu akan sia-sia. Aku rasa menyerah itu
bukan jawabannya, namun bertahan yang pantas untuk diposisikan saat itu. Mungkin
memang sakit, ketika memilih bertahan dan menerima semuanya, namun seseorang
itu belum sadar akan kesalahannya.
Mungkin memang sulit melupakan apa yang telah terjadi, apalagi itu menyangkut hati dan
perasaan. Namun kadang orang tak pernah berfikir bahwa yang ia lakukan akan
menyakitkan untuk kita, bahkan mungkin orang hanya mimikirkan rasa bahagia
sesaatnya. Cinta itu memang banyak mengandung sebuah unsur keegoisan, sebuah
rasa yang kadang benar-benar sulit untuk diterjemahkan ataupun dijabarkan. Kadang
memang hanya orang-orang kuat yang mampu menempatkan dirinya diposisi yang
terbaik, yaa orang kuat yang mengambil kesimpulan tak bersama emosi.
Bertahan atau
menyerah itu adalah pilihan yang benar-benar membutuhkan kesimpulan dengan
tenang, bukan berkesimpulan saat hati memanas dan sakit. Menyerah itu boleh,
tapi fikirkan dulu segalanya. Apakah ini saatnya menyerah, ketika semuanya telah
kita usahakan namun tak dihargai dan pengorbanan itu tak ada hasil. Namun saat
itu kita menyerah ? apakah itu adil buat kita ? aku rasa tidak. Lebih adil
rasanya kita untuk bertahan, namun ketika berulang kali pengorbanan itu telah
disia-siakan, saat itu menyerah memang pantas. Karna mungkin ia bukan seseorang
yang pantas atau bahkan bukan orang yang tepat untuk disayangi sebegitu kuat
dan tulusnya.
Jika segalanya
telah kita usahakan untuk mempertahankan dan menghargainya, namun ia tak pernah
sadar akan hadir kita, atau bahkan ia masih kerap melakukan segala hal yang
membuat kita sakit,memilih menyerah dan memilih untuk pergi itu adalah hal yang tepat. Karna
suatu saat nanti, akan ada ia yang sadar dan akan mengetahui arti akan hadir kita ditengah-tengahnya.
Bertahanlah hanya untuk orang yang pantas dipertahankan, bukan untuk
orang yang berulang kali melakukan kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar