Jumat, 22 Mei 2015

alasan palsu-

Sunyinya malam, membuat segala kisah antara kamu dan aku terputar begitu saja dalam ingatan.
Masih tak bisa dipercya, sosok dirimu yang dulu selalu aku banggakan, selalu membuat aku merasakan bahagia, kini berganti menjadi sosok yang terhebat membuatku meneteskan butiran-butiran air mata karna goresan luka yang kamu toreskan dibalik sosok malaikatmu.
Semua hal yang pernah terjadi, seakan seperti sebuah drama dengan skenario yang disusun rapi tanpa ada yang bisa menerka-nerka jalan ceritanya. Bagaimana mungkin, jika ketulusan telah dipakai dalam sebuah hubungan, dengan mudahnya menyerah hanya pada jarak. Sedang jarak tak pernah mencari permasalahan, namun kenapa menjadikan jarak sebagai masalah dengan cerita kita ?
Namun, sedikit mampu aku terima dalam akal sehatku, bahwa jarak memang tak bisa kita taklukkan, dan sedikit itupun aku merasa setengah tekateki tentang perubahanmu terjawab. Namun pada kenyataannya, bukan jarak yang menjadi masalah, namun wanita baru yang menjadi sumbernya.
Awalnya aku yang mampu menerima perubahan itu dengan sedikit bernafas lega tanpa banyak tekateki yang menjadi fikiran, namun kini membuatku menjadi berambisi untuk tidak menerima alasan terhentinya hubungan kita.
Segala rasa dengan berbagai cara ku coba untuk mengeluarkannya dan berencana bercerita denganmu, namun semua itu seakan kamu anggap sebagai dongeng pengantar harimu dengannya. Waktu terus berlalu dengan keadaan yang menyiksa seperti ini. Amarah seolah terus memuncak tanpa jeda. Namun semua seakan terasa sia-sia, kau bahkan tak menggubris maksud ku. Seiring semuanya berjalan, rasa sadar dalam sedih sembari mengahampiri dengan berfikir " tak akan mungkin orang baru akan masuk, jika tuan rumah tak membukakan pintu untuknya ".
Kata demi kata yang menyusun kalimat itu selalu ku coba menterjemahkannya untuk menjadi jawaban dari kekecewaan yang kamu persembahkan ini, dan akhirnya semuanya terjawab.
Namun hati selalu menyuruh mencoba tetap berjuang dengan mengenyampingkan segala rasa gensi, egois, emosi, benci dan segala rasa lain yang menjadi satu saat itu, membuatku untuk mencoba memahamimu dan menyusun kembali serpihan kekecewaan itu. Lantas respon dari semua itu apa ? Hanyalah keangkuhan dan ketidak perhatianmu yang kamu balaskan.
Berakhir pada saat itu, segala rasa dan pikiran yang selalu tertuju padamu aku coba untuk menutupnya secara rapat-rapat, karna hanya satu yang terlintas " jika kamu menyayangiku dengan tulus, kamu tak akan mungkin tega melihatku menangis terpuruk dan meninggalkan ku seperi ini. Jika kamu menyangiku dengan tulus, tak mungkin kamu akan membiarkan ku merasakan jatuh dengan kesakitan yang tak bisa diungkapkan ini "
Dan saat itu, aku mencoba bangkit lagi menjadi aku yang dulu. Aku yang kuat dan aku yang mampu menghadapi apapun kenyataan dunia. Karna tak mungkin lagi aku terus-terusan mengingat segalanya dan tidak beranjak bangkit dari kesedihan ini, tak mungkin aku hanya bersedih disetiap langkah ku, sedang kamu tertawa lepas bersama kekasih barumu.
Beriringan itu, dalam diriku telah terbuat sebuah tekat yang telah aku susun dan harus dijalani " dia bahagia, aku pun harus bahagia ". Karna pada dasarnya, aku pun pantas bahagia dan menikmati segalanya seperti semula sebelum saling mengenal .

Kamis, 12 Maret 2015

akan ada waktunya~

Cinta tak kan selamanya membawa kebahagian, kesetian pun tak selamanya akan berakir dengan kebahagian. Kadang ketika kita setia belum tentu akan terbalaskan kesetian itu. Namun sepertinya kesetian yang tertanam itu tak akan pernah tersia-siakan, karna semua orang tau apa yang kita tanam dan itulah yang akan kita tuai. Dan begitulah kesetiaan, jika kita menanamnya meski sekarang tak terbalaskan ingatlah suatu saatnya nanti seseorang akan membalaskan kesetian itu. Karna mungkin orang yang kita beri kesetian itu belum tepat untuk menjalankan hari-harinya bersama kita.

Cinta tak akan sia-sia, semua akan ada keindahan dibelakangnya. Mungkin bukan sekarang bahagia itu akan menunjukkan wujudnya, namun percayalah nanti, ketika waktunya tiba dia tak akan pernah malu-malu untuk memperlihatkannya. Karna sebenarnya cinta itu tak sebercanda orang yang menyia-nyiakannya. Cinta tau mana yang telah berkorban banyak dan yang hanya menyempelekannya.

Cinta itu hanya keindahan diawal yang selalu terpamerkan, karna bila bukan indah diawal mungkin itu bukan cinta. Karna cinta itu mengiming-imingi keindahan diawal, dan bagaimana akhir yang menyedihkan dia menyembunyikan rapat-rapat hinga akhirnya membuat orang tak percaya bahwa begitu lah akhirnya yang menyedhkan. Dan ketika kesetiaan tak mendapat balasan, ingatlah mungkin belum saatnya dan bukan dia yang akan membalasnya. Karna cinta tau kemana ia akan pergi dan berlabuh, dan cinta tak akan beradar kesembarangan tempat.


Dan ketika saatnya ia datang, jangan pernah menyianyiakan karna kesempatan kesetian untuk terbalaskan tak akan berulang-ulang. Membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu balasan yang pernah tertanamkan, dan menorehkan luka mendalam selama menunggu. Jagalah apa yang didekat kita, jangan sampai sebuah kata penyesalan akan terlontarkan nantinya. J

Minggu, 08 Februari 2015

Jangan terus berlalari

Ada kalanya akan ada seseorang yang menyerah dan berhenti untuk mengejar, dan membiarkan semua berjalan sesuai dengan takdirnya, karna jika takdir menugaskan semua akan baik-baik saja, dan dialah jalan yang sebenarnya, takdir  tak akan pernah mengelak. Takdir pasti akan mempertemukan dan menyatukan siapa yang pantas disatukan. Mengejar seseorang yang berlari itu lelah, sedang yang dikejar terus berlari tanpa melihat bahkan tak peduli betapa lelahnya orang itu mengejarnya, hingga ia terengah-engah dengan kondisinya.
Taukah kamu, semakin kamu berlari ketika dikejar semakin orang itu akan tersadar, tak seharusnya berjuang  dan mengejar sampai sejauh ini. Namun ingatlah sebelum lari dari kejarannya, tak selamanya ia akan mengejarmu, toleh lah sesekali kebelakang apa ia masih berusaha mengejarmu, atau ia telah berhenti karna lelahnya yang tak pernah kau pedulikan dan sabarnya mengejar yang tak pernah kau hargai. Atau mungkin seseorang telah mneyadarkannya ditengah perjalanannya mengejarmu, dan menuntunnya keawal kembali sebelum kau dan ia menadi kalian.
Karna sesabar-sabar orang yang tulus, ia akan membuat simpulan diujung letihya. Jangan pernah beranggapan, ia yang selama ini mengejarmu akan terus mengejar dan selalu bertahan bagaimana kamu bersikap. Karna ia yang tak pernah dihargai, akan merasakan titik dimana ia telah menyerah dan benar-benar merasa lelah karna sabarnya telah usai. Dan kemudian kamu akan merasa menyesal karnah pernah membiarkannya berlari sejauh itu  tanpa kau pedullikan.

Jumat, 30 Januari 2015

cinta akan berlabuh ketempatnya

Cinta memang susah ditebak kemana akan berlabuh, namun hal itu membuat sebuah tanda tanya yang ntah kapan akan dipecahkan jawabannya. Menyakitkan memang, ketika seseorang menyayangi namun ditinggalkan dengan hal yang lain. Ntah ini hukum alam atau memang mungkin hati yang memang benar-benar tak dapat dibohongi. Meski cinta itu mempunyai arti yang sangat mudah, namun penjabarannya bukan main sulitnya. Setahun berlalu itu memang waktu yang sangat lama, namun itu tidak dengan cinta. Berapa lama pun cinta ditinggalkan dan berpura-pura mencintai yang lain jika hati mengatakan ialah yang kamu cari semua akan kembali kepada siapa yang menjadi pemilik sebenarnya.
ketika  hati yang meninggalkan pergi bersama yang lain, namun ketika berakhir dan ingin kembali dengan ia yang ditinggalkan, cinta sesungguhnya tak akan muncul dengan sendirinya . Ia akan bersembunyi setelah ditinggalkan dan tak diacuhkankan. Namun ketika hati yang salah sadar dan berusaha kembali untuk menjahit semua yang telah usai, hati yang ditinggalkan tak akan segera mampu menyatukan. Usaha dan pengorbanan lah yang dapat menyatukan dua hati yang pernah terlepas dari ikatannya. Cintak tak akan pergi kemana-mana ketika ditinggalkan, meski bersama dengan yang lain mulai melakukan perjalanan dan berakhir, namun pada saatnya ia yang ditinggalkan akan menuntun kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju titiknya. 
Cinta tak akan lelah menunggu, ia akan selalu bersabar hingga hari itu tiba. Meski akan ada yang singgah, namun cinta tak akan memakai seluruh hati untuk bersama, meski ia mengatakan telah memakai seluruh hati nya dengan yang baru. Namun hati akan berontak dengan perkataan itu. Ketika mencintai seseorang, pertahankan dia , jangan izinkan diri menyakitinya, karna ketika ia pergi, meski itu hanya sesaat penyesalan akan hadir dan selalu merasa bersalah. Hargai dia yang berada disampingmu jangan membuat ia pegi dan merasa kehilangan J

Senin, 12 Januari 2015

sabar ku terhenti

Benang yang telah putus, ketika di sambung sekuat dan setangguh apapun ikatnnya tak akan kokoh lagi. Cinta yang pernah terjalani beberapa waktu itu tak akan terulang, ketika waktu pernah berhenti. Tak bisa disesali apapun yang telah terjadi, itulah alur ceritanya dan itulah kisahnya. Siapa yang akan tau semua akan terhenti sampai disini, dan siapa pun juga tak akan ada yang tau ceritanya seperti ini. Semua kisah itu sulit ditebak, hingga waktunya berakhir barulah dapat dibaca. Tak ada seseorang pun yang menginginkan ending dengan tetesan air, tapi itulah cerita yang selalu menjadi teka-teki.

Saat kuat untuk tetap bertahan namun tak penah dihargai, dan saat ia melepas mungkin tak pantas untuk di genggam kembali. Mungkin inilah waktunya cerita ini berakhir, dengan kamu memilih pergi berpindah kecerita yang lain. Namun keinginan mu tak akan pernah terhalang lagi. Karna mungkin disini batas sabar ku pun telah habis, saat kau selalu membuat ku terpojok dan selalu berharap dengan semua yang tak akan kau beri. Namun ingatlah, sosok yang tulus tak akan selalu hadir untuk ke yang sekian kalinya dalam kehidupanmu.

Sosok yang sangat mencintai dan menyangimu dengan ikhlas tak akan selalu ada, apalagi setelah kau mempermainkannya. Meski dulu kau pernah menyanginya juga, setidaknya pada saatnya nanti kamu akan meresa berbeda dengan orang pilihanmu. Penyesalan itu akan segera hadir dalam harimu, setelah ia yang kau sakiti telah menemukan dirimu yang dulu pada orang lain. Dan ketika saat itu datang, kau tak akan bisa memegangnya lagi. Karna semuanya itu sudah tak ada waktu, karna kau yang menanamkan kesakitan itu untuknya. Pada saatnya apa yang telah kau tanam, kau sendiri yang akan memetiknya.

Saat aku menggenggam, aku tak akan pernah melepaskan. Namun ketika kau mulai melepas, aku tak akan menjadi sosok yang kuat untuk menggemmu seperti dulu lagi. Dan ketika kau benar melepasnya, tak kan pernah ku coba menggenggam lagi.Mungkin cerita ini bukan cinta yang tulus kau ciptkan, karna cinta yang tulus tak akan pergi meninggalkan .

perjalanan itu siapa yang tau akhirnya~

Bertahan dengan cinta yang yang hanya menggantungkan itu menyakitkan, namun ketika tekat hati tetap setia bertahan, sakit itu tak terlalu di hiraukan. Setiap detik, setiap langkah, berusaha menutup telinga agar tak mendengar ocehan orang yang bertopik untuknya. Bahkan seakan purak-purak tak tau dengan apapun yang telah ia lakukan ketika berada jauh dengan kita. Semua itu hanya ingin bertahan dan mengetahui segala yang positif tentang dia dan tak mau mendengar hal yang itu benar-benar sifatnya. Itulah cinta, ketika diawali dengan komitmen selamanya akan tetap menjadi komitmen sebelum terucap pisah.

Cinta itu dua insan yang saling berkomitmen untuk saling menjaga, selalu ada ketika suka duka, tak akan meninggalkan hanya karna hal sepele, dan memperjuangkan ketika semua suasana di ujung tanduk. Namun ketika jarak menghadang, susah menemukan seseorang yang akan setia menunggu sang kekasih kembali tanpa berbagi. Yaa, jarak itu ancaman hubungan , namun ketika mereka benar-benar berkomitmen dengan tulus, mereka akan menganggap jarak itu ujian untuk hubungan mereka.

Namun jarang yang akan menerima dengan utuh tentang jarak, banyak mereka yang mencoba membuka pintu untuk mengizinkan yang lain masuk. Saat hal itu diketahui, yaa memang sangat menyakitkan dan sangat mengecewakan. Namun kadang ada yang tetap bertahan meski kecewa, karna mungkin mereka merasa tak adil dengan segala hal yang telah ia berikan, dan segala hal yang telah diperjuangkan. Memang sulit menerimanya, namun itulah nyata yang harus ditempuh.

Merubah segala yang terjadi itu sulit, namun kadang ada yang ingin membalaskan kekecewaannya. Tapi ada pula yang enggan membalasnya, bahkan ia sulit untuk menjatuhkan hatiya meski telah disakiti. Namun itu lah cinta yang tulus, cinta yang tak ingin membalas, tetap ingin bertahan bahkan ingin mengubah segalanya seperti awal. Aneh memang dengan seseorang yang masih kuat demikian, namun tak ada yang tak mungkin. Mana bisa di tebak jalan cerita itu.

Siapa sangka, dia yang dulunya ingin tetap bertahan dan membenci setiap lelaki yang mendekatinya, kini telah berkesimpulan. Bagaimana tidak, meski ia bertahan dengan segalanya dan mencoba memaafkan namun seakan ia tak lagi di hargai. Sesabar-sabar seseorang untuk ikhlas dan bertahan akan ada batasnya, mungkin saat itu sabarnya telah  lenyap karna tak pernah di hargai sedikit pun. Hingga saat itu tiba, hati beku itu telah cair. Cinta yang dulu hanya untuk seseorang kini pun telah terbagi, meski ia tak ingin memiliki yang lain.

Yaa itulah cinta, itulah cerita perjalanan yang kadang sulit dipercaya. Namun begitu kenyataannya, hukum itu adil. Saat cinta dipermainkan, saat rasa dikecewakan, meski hati beku untuk membuka yang baru dan tetap ingin bertahan namun tak dihargai, pasti akan ada yang berjuang mencairkan hati yang beku itu. Karna perjuangan itu akan adil, bagaimana yang kita tanam, begitu pula yang akan dipanen. Jangan pernah mengecewakan jika tak ingin dikecewakan, jaga cinta yang berada didekat kita, sebelum cinta itu pergi dan membuat menyesal. Karna sebenarnya, ketika kita telah bersama dengan yang baik, namun berambisi mencari yang terbaik, kita tak akan mendapatkannya. Karna yang terbaik yang kita cari adalah yang baik bersama kita saat itu.

Kamis, 08 Januari 2015

Antara Bertahan dan Menyerah

Semua orang tentunya pernah merasakan sebuah rasa yang bercampur, antara kesal, sedih , kecawa bahkan bahagia. Namun rasa itu sering kali membuat orang bingung akan rasa yang berubah-ubah itu. Yaa rasa itu adalah cinta, sebuah perasaan yang kadang orang memakai hatinya atau bahkan orang itu hanya menggunakan rasa ingin mencoba. Menyakitkan memang, ketika mencinta menggunakan hati namun pada nyatanya kekasih hanya ingin mencoba. Namun ketika dihadapkan dengan sikon begitu,tentunya semua orang tak ingin, dan siapa yang tau diawal semua akan menjadi seperti itu

Ketika hati dipermainkan, seseorang pasti ingin menyerah akan keadaan yang ada. Namun, disaat menyerah apakah tidak pernah berfikir berapa lama berusaha memulihkan keadaan, berapa lama bersabar dengan segala sifatnya, berapa lama harus bisa menempatkan posisi untuk saling rukun. Menyerah itu bukan solusi yang baik ketika hati dipermainkan, sabar dan tetap bertahan mungkin yang lebih baik. Karna setidaknya, meski dikhianati kita pernah belajar bagaimana cara bertahan dengan ikhlas meski hasil jauh dibawah keinginan sebenarnya.

Ketika sakit telah ditanamkan, bertahan itu memang keputusan yang menurut orang lain sangat tak masuk akal. Namun apakah mau, pengorbanan yang selama ini kita lakukan hanya akan berakhir seperti itu. Setelah segela macam cara yang kita lakukan, bahkan mengorbankan hati kita untuk bertahan itu akan sia-sia. Aku rasa menyerah itu bukan jawabannya, namun bertahan yang pantas untuk diposisikan saat itu. Mungkin memang sakit, ketika memilih bertahan dan menerima semuanya, namun seseorang itu belum sadar akan kesalahannya.

Mungkin memang sulit melupakan apa yang telah terjadi, apalagi itu menyangkut hati dan perasaan. Namun kadang orang tak pernah berfikir bahwa yang ia lakukan akan menyakitkan untuk kita, bahkan mungkin orang hanya mimikirkan rasa bahagia sesaatnya. Cinta itu memang banyak mengandung sebuah unsur keegoisan, sebuah rasa yang kadang benar-benar sulit untuk diterjemahkan ataupun dijabarkan. Kadang memang hanya orang-orang kuat yang mampu menempatkan dirinya diposisi yang terbaik, yaa orang kuat yang mengambil kesimpulan tak bersama emosi.

Bertahan atau menyerah itu adalah pilihan yang benar-benar membutuhkan kesimpulan dengan tenang, bukan berkesimpulan saat hati memanas dan sakit. Menyerah itu boleh, tapi fikirkan dulu segalanya. Apakah ini saatnya menyerah, ketika semuanya telah kita usahakan namun tak dihargai dan pengorbanan itu tak ada hasil. Namun saat itu kita menyerah ? apakah itu adil buat kita ? aku rasa tidak. Lebih adil rasanya kita untuk bertahan, namun ketika berulang kali pengorbanan itu telah disia-siakan, saat itu menyerah memang pantas. Karna mungkin ia bukan seseorang yang pantas atau bahkan bukan orang yang tepat untuk disayangi sebegitu kuat dan tulusnya.

Jika segalanya telah kita usahakan untuk mempertahankan dan menghargainya, namun ia tak pernah sadar akan hadir kita, atau bahkan ia masih kerap melakukan segala hal yang membuat kita sakit,memilih menyerah dan memilih untuk pergi itu adalah hal yang tepat. Karna suatu saat nanti, akan ada ia yang sadar dan akan mengetahui arti akan hadir kita ditengah-tengahnya. Bertahanlah hanya untuk orang yang pantas dipertahankan, bukan untuk orang yang berulang kali melakukan kesalahan.