Ketika cinta
mempermainkan, apakah pantas untuk mempertahankan ?
ya bertahan untuk sebuah kebahagiaan itu wajar, ketika sabar telah kita pupuk , keistimewaan serta kebahagiaan akan kita panen dikemudian. Namun sabar itu tidak selalu dipersembahkan untuk cinta yang hanya menganggap sebelah mata. Cinta yang hanya mempermainkan hati, ketika kita mampu menyingkirkan segala hal tentangnya, namun ia hadir dengan canda tawa yang pernah ia ciptakan saat itu.
ya bertahan untuk sebuah kebahagiaan itu wajar, ketika sabar telah kita pupuk , keistimewaan serta kebahagiaan akan kita panen dikemudian. Namun sabar itu tidak selalu dipersembahkan untuk cinta yang hanya menganggap sebelah mata. Cinta yang hanya mempermainkan hati, ketika kita mampu menyingkirkan segala hal tentangnya, namun ia hadir dengan canda tawa yang pernah ia ciptakan saat itu.
Sakit, yaa memang
itu yang terasa ketika itu. Hati seolah dipermainkan dengan mudahnya. Ingin bertahan
dan meneruskan jalan pun rasanya tak tau. Namun ketika bahagia yang semu itu
dihadirkannya, rasanya tak ingin lepas darinya. Dan ketika ia mencabut kembali
bahagia itu, kecewa dan sangat kecewa yang pasti akan terasa. Dan saat itu
ingin rasanya mengambil sebuah kesimpulan untuk ceritanya.
Ketika kekecewaan
menghampiri, jangan pernah berpikir untuk saling mengakhiri. Karna logika dan
pikiran tak akan berjalan ketika itu. Namun kebencian dan dendam yang terpikirkan
saat itu. Ketika mengambill sebuah kesimpulan, pikirkan kedepannya yang tak
akan membuat masalah dan menyiksa hati. Karna kesimpulan yang menggunakan
logika, pikiran tenang dan suasana tanpa amarah lah yang akan memberikan hasil
yang baik.
Jangan sembarangan
berkicau kalau itu menyangkut perasaan, jangan sembarangan berkesimpulan jika
tak ingin lebih menyiksa hati. Karna sebenarnya, cinta itu sederhana, hanya saja seseorang yang menjalankannya itu
ingin sebuah kelibihan dan kesempurnaan yang mampu dilihat. Mungkin karna
mereka hanya memikir dangkal arti sebuah kebahagiaan, karna sesungguhnya
kesempurnaan itu hanyalah milik allah. Namun ketika mereka serius, saling menyangkutkan
hati dan mengisi satu sama lain, maka keinginan untuk bersama dengan kesempurnaan
tak akan pernah terlintas.
Karna cinta itu
saling melengkapi, bukan saling menginginkan sebuah kesempurnaan dan selalu
menuntut. Jika cinta selalu menginginkan yang sempurna dan menuntut, maka
selamanya tak akan pernah mendapatkan yang tulus untuk berdamping dengan kita. Dan
kesempurnaan itu tak akan mampu dilihat oleh mata, namun hatilah yang akan
melihat kesempurnaan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar